Lowongan Kerja Kaltim Samarinda - Balikpapan

LOWONGAN KERJA

Tuesday, March 23, 2010

Umat Hindu Bali Sesalkan Komentar Kotor lewat Facebook

Denpasar - Perayaan Nyepi umat Hindu Bali 16 Maret lalu menyisakan masalah. Seorang warga pendatang membuat komentar dengan ungkapan kotor lewat jejaring sosial dunia maya Facebook. Warga Bali pun tidak terima atas ungkapan Ibnu Rachal Farhansyah, nama pemilik akun di Facebook tersebut.

Kelompok masyakarat yang menamakan diri Aliansi Hindu Muda Indonesia berunjuk rasa di depan Kantor Wilayah Kementerian Agama Bali di Jalan Letda Tantular, Denpasar. Mereka membawa spanduk bertulisan "Hindu sudah lelah dengan diskriminasi, bom Bali 1 & 2, UU Pornografi, hingga penghinaan Facebook. Apa lagi?".

Mereka juga membawa poster yang berisi ungkapan, antara lain, "Usir Ibnu dari Bali, Hormati Perbedaan yang Ada, Hindu Cinta Damai, dan Nyepi Bermanfaat untuk Dunia". Selain itu, ada karangan bunga yang juga bertulisan "Usir Ibnu dari Bali".

Kemudian mereka melakukan orasi. Salah seorang orator perempuan Suartini tampil sambil meneteskan air mata. Menurut dia, selama ini Hindu diinjak-injak, masyarakat Bali diteror dengan aksi teroris. Hindu agama tertua, tapi diakui terakhir di Indonesia. Saat ini Ibnu malah melecehkan Nyepi, sebuah agenda yang manfaatnya sudah diakui oleh dunia.

Misalnya, mengurangi pencemaran lingkungan, menjadi ajang introspeksi diri, dan bermanfaat untuk mengurangi global warming. ''Apa maunya Ibnu, dia malah menghina, menghujat. Hindu cinta damai, kami tak akan anarkistis. Namun, hal seperti ini tak bisa didiamkan karena menginjak-injak kita," sebutnya sambil terisak.

Korlap Demo I Gde Landep menyampaikan sikap Aliansi Hindu Muda Indonesia. Pertama, mengecam keras tindakan yang dilakukan Ibnu lantaran tergolong menistakan dan melecehkan hari suci Nyepi. Kedua, meminta aparat penegak hukum untuk segara mengusut Ibnu yang sudah meresahkan umat Hindu. Ketiga, Ibnu harus meminta maaf secara terbuka kepada seluruh umat Hindu.

Pasalnya, di saat mayoritas masyarakat Bali menggelar ritual Nyepi, Selasa 16 Maret 2010, Ibnu malah menulis status yang memicu konflik. Dalam akun Facebook- nya, Ibnu menulis "nyepi sepi sehari kaya tai." Kontan, status tersebut langsung menuai komentar kemarahan dari sejumlah temannya di akun tersebut.

Dalam salah satu komentar, Ibnu dicap sebagai sosok munafik yang tidak menghargai umat Hindu. Banyak pula yang meminta Ibnu untuk pergi meninggalkan Bali ataupun mengancam melaporkan kasus ini ke pihak berwenang, polisi.

Ibnu akhirnya menuliskan status terbaru yang menyatakan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Bali, khususnya yang beragama Hindu, atas pernyataan kasarnya tersebut.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Ulah Ibnu sudah terlanjur menjadi buah bibir. Bermunculan juga sejumlah grup yang menyatakan penentangan terhadap aksi Ibnu ini. Salah satu grup menggalang dukungan untuk mengusir Ibnu dari Bali.

Ibnu sendiri dikabarkan belum begitu lama tinggal di Pulau Dewata. Tampaknya, ia masih harus banyak belajar beradaptasi dan menghargai perbedaan adat-istiadat, budaya dan agama dimana ia tinggal sekarang.


Dia juga mengimbau umat Hindu tak terprovokasi dan mengajak seluruh umat Hindu menjaga simbol-simbol suci Hindu. Koordinator Aliansi Hindu Muda Indonesia Wayan Suantika mendesak polisi segera mengamankan Ibnu. Tujuannya, menghindarkan terjadinya aksi anarkistis oleh masyarakat yang tak tahan. "Kami juga mohon agar polisi mau memfasilitasi, mempertemukan kami dengan Ibnu," imbuhnya.

Kakanwil Kemenag Bali IGK Suthayasa menyatakan siap menyalurkan aspirasi dan secepatnya mencari jalan keluar terbaik untuk masalah itu. "Kami sudah menjadwalkan pertemuan dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama, Red)," jelasnya. rri.co.id/dodo. dikutip dari

Related Posts



0 comments:

KomentarMu

 
© Copyright by ONLINE :+:ENTERTAINMENT@2009 ALL RIGHTS RESERVED  |  Template by Blogspot tutorial